Duh, Lebih Separuh Lubuk Larangan di Sarolangun Tercemar

0
226

Padahal, Kabupaten Sarolangun tak sedikit memiliki lubuk larangan yang tentunya memiliki banyak ikan. Sayangnya untuk lubuk larangan saat ini lebih separuhnya juga sudah tercemar hingga habitat ikan menjadi terganggu.

Asnawi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sarolangun mengatakan, dari 33 titik lubuk larangan yang ada, hampir lima puluh persen sudah tercemar, sehingga habitat ikan menjadi terganggu.

“Masyarakat sangat peduli dan menjaga lubuk larangan, tetapi kiriman air PETI dari hulu tetap menganggu,” ujar Asnawi.

Dengan kondisi tersebut, tambah Asnawi, ke depan Disnakkan Sarolangun bakal melakukan pembinaan kelompok tani yang ingin berbudidaya ikan kolam, seperti ikan patin, lele, gurami, nila dan ikan emas.

“Untuk memenuhi kebutuhan ikan di Sarolangun kita bakal galakkan bididaya ikan kolam, nanti bibit dan pakan kita bantu,” ucapnya.

Lebih jauh Asnawi menjelaskan, selama ini kebutuhan ikan di Kabupaten Sarolangun hampir tujuh puluh persen disuplai dari kabupaten ataupun provinsi tetangga, sehingga menjadi perhatian serius Disnakkan Sarolangun.

“Hasil budidaya lokal sekitar tiga puluh lima persen, selebihnya dari luar,” jelasnya lagi.

Untuk itu, Asnawi berharap pada kelompok tani agar memasukkan usulan bantuan bibit dan pakan ikan. “Silakan usul, jika memungkinkan pasti kita bantu,” tandasnya.(Frem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here