Ajukan Proposal Bantuan Ke Pusat, Diduga LKP dan PKBM Di Kerinci Harus Setor Sejumlah Dana

0
789

Suara Independent.co.id, Kerinci – Pengelola Lembaga Kursus Dan Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Kerinci mulai mengeluh, pasalnya bantuan yang dijanjikan tidak kunjung datang.

Informasi yang dihimpun Suara Independent .co.id dari bebera sumber bahwa Pengelola LKP Bunda Marwati dan temannya Maida yang juga Pengelola LKP, beberapa bulan lalu meminta sejumlah dana dari semua LKP dan PKBM di Kerinci untuk biaya mengajukan dana ke Pusat.

Pengumpulan biaya tersebut atas intruksi Kadis Pendidikan Kerinci Amri Swarta, hal ini untuk biaya berangkat ke Jakarta pengajuna  proposal bagi lembaga. “untuk ngajukan proposal kami diminta bayar 200 ribu setiap lembaga, itu atas perintah pak kadis kata mereka (LKP Marwati dan Maida.red), tapi sampai hari ini dana bantuan juga tidak datang” ungkap sumber kepada kerincitime.co.id.

Marwati LKP Bunda ketika dikonfirmasi mengakui bahwa pihaknya memang meminta sejumlah dana dari LKP dan PKBM untuk mengajukan proposal ke Jakarta, namun ia membantah pengumpulan dana untuk proposal tersebut atas intruksi Kepala Dinas Pendidikan Amri Swarta.

“kami memang mengumpulkan dana tersebut, namun itu atas inisiatif sendiri, bukan ada intruksi dari kepala dinas pendidikan” ungkapnya.

Menurutnya pemungutan dana dari LKP dan PKBM tersebut tidak jadi masalah, karena itu sudah bisa dilakukan untuk proses pengajuan proposal, dana tersebut digunakan untuk membeli oleh-oleh untuk orang yang mengurus, namun sayang ia tidak menyebutkan nama tempat ia berurusan.

“ini sudah biasa kita lakukan, dana tersebut untuk uang sirih atau oleh-oleh yang diberikan kepada tempat berurusan, tapi ini bukan untuk kadis, dan bukan kadis yang nyuruh kami, ini inisiatif kami sendiri” ungkapnya.

Biasanya untuk membuat dan mengajukan proposal  di jambi ia juga melakukan hal yang sama, yakni meberikan ucapan terima kasih kepada orang yang mengurus proposal tersebut. “dijambi juga begitu, ucapan trima kasih” ungkapnya.

Ini merupakan usaha katanya,  “ ini usaha kita, jika dapat yo lah, kalau idak yo dak rejeki, dan kami tadi sudah datangi pak kadis, kata pak kadis sekarang sekolah sudah diberi bantuan, lain kali lembaga lagi” ungkapnya.

Namun diakuinya hingga saat ini belum ada hasil dari pengajuan proposal tersebut, ada 145 lembaga yang masukkan proposal,  dan 27 lembaga yang memberikan biaya 200 ribu, “itu digunakan beli oleh-oleh” ungkapnya.

Terpisah Kadis Pendidikan Kabupaten Kerinci Amri Swarta ketika dihubungi, tidak ada menjawab, di SMS tidak ada jawaban, hingga berita ini di publish. (Red)

Sumber : Kerinci Time

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here