Akibat Terendam Banjir, Petani Di Kerinci Gagal Taman

0
219

KERINCI, SUARA INDEPENDENT – Sejumlah petani di Kerinci, gagal melaksanakan tanam padi secara serentak akibat banjir yang menggenangi areal persawahan di daerah itu.

Dari pantauan, Suara Independent (10/03/2019 ), diperkirakan 200  hektare sawah tersebar di beberapa desa di Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, dipastikan gagal tanam.

Mereka kebingungan karena areal persawahan masih digenangi air setinggi 1,5 sampai 2,0 meter. Karena itu, petani terpaksa menunda jadwal tanam hingga air surut .

“Semestinya, kami hari ini sudah melaksanakan gerakan tanam secara serentak, namun air masih menggenangi persawahan itu,” kata Abas , seorang petani Desa Pengasilama, Kecamatan Bukit Kerman , Kabupaten Kerinci.

Ia mengatakan, akibat gagal tanam tersebut tentu petani mengalami kerugian besar, sebab persemaian benih padi sudah disebar dan tinggal melakukan tanam.

Saat ini, persemaian benih padi kondisinya membusuk akibat genangan air banjir tersebut.

“Kami berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan benih dan pupuk kepada petani yang dilanda banjir itu,” katanya.

Ia mengaku bahwa dirinya diperkirakan mengalami kerugian sekitar Jutaan Rupiah /Hektare akibat genangan air banjir itu.

Banjir yang menggenangi persawahan milik masyarakat di daerah itu belum surut sampai berita ini diturunkan

Namun demikian, petani mengurungkan niat melakukan gerakan tanam akibat genangan air banjir itu.

“Kami sudah empat hari areal sawah miliknya terendam banjir sehingga tidak dapat melaksanakan tanam,” katanya.

Begitu pula Ilham , seorang petani Desa Pulau Pandan mengatakan dirinya dan petani lainya di sini mengalami kerugian cukup besar karena tanaman padi yang rata-rata usia tanam 10 hari setelah tanam kondisinya membusuk akibat terendam banjir itu.

Pihaknya berharap pemerintah dapat membantu penyaluran benih padi untuk meringankan beban ekonomi petani.

Saat ini, petani terpaksa menunda jadwal tanam karena sudah tidak memiliki modal apscabanjir.

“Kami minta akhir Bulan Ini Maret 2019 bisa melaksanakan tanam secara serentak,” katanya.

Sementara itu DTPH Kabupaten Kerinci melalui BPP Kecamatan Bukit Kerman saat dikonfirmasikan, mengaku pihaknya akan mengusulkan bantuan benih bagi petani yang terkena korban banjir.

“Kami berharap usulan bantuan benih itu dapat direalisasikan oleh Kementerian Pertanian Pusat,” katanya. ( Edipengasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here