Azas Akui Tak Punya Lampu Aladin Yang Bisa Merubah Kota Sungai Penuh Dalam Satu Hari

0
539

SUNGAIPENUH—SUARA INDEPENDENT.ID- Ahmadi Zubir-Alvia Santoni mengakui tidak punya lampu aladin, yang bisa menyulap Kota Sungaipenuh dalam waktu satu hari. Sebab, pembangunan butuh proses, perencanaan yang matang sehingga menghasilkan kerja yang baik.

“Kami tidak punya janji yang muluk-muluk. Yang riil saja, sekemampuan dan masuk akal. Untuk apa janji-janji, kenyataannya tidak ada perubahan,” tegas Paslon Walikota Sungaipenuh 01 Ahmadi Zubir didampingi Alvia Santoni dan para Pemangku Adat Depati Payung Pondoktinggi, pada kampanye di Larik Tengah, Pondoktinggi, Sabtu (21/11).

 

Dikatakan, saat Debat Kandidat duet ini tidak menjanjikan yang diluar kemampuan, apalagi janji memberi sesuatu untuk masyarakat. Janji menaburkan dana untuk tokoh-tokoh, janji mengucurkan dana untuk desa-desa yang kenyataannya semu. Karena masyarakat sudah pintar, mereka tidak ingin janji-janji, yang mereka inginkan adalah kenyataan. Mewujudkan kemakmuran untuk masyarakat.

Ditegaskan Ahmadi, dirinya dan Alvia Santoni maju bertarung pada Pilwako 2020 ini karena ingin mewujudkan perubahan. Masyarakat yang menghendaki, karena selama hampir sepuluh tahun tidak ada kemajuan. Kota Sungaipenuh masih dikategorikan daerah tingkat II terbelekang prestasinya di Provinsi Jambi.

Miris hati, katanya setiap ada ajang bergengsi di Provinsi Jambi, Sungaipenuh selalu berada di nomor urut buncit. Sepertinya, tidak mampu bersaing dengan daerah lainnya. Termasuk juga  dalam sisi pembangunan.

“Insyaallah, jika kedepan Saya dan Alvia Santoni didukung dan ditakdirkan menang untuk memimpin Kota Sungaipenuh kami ingin melakukan perubahan. Kami ingin merebut kemajuan, supaya kita tidak terbelakang lagi,” tegas Ahmadi disambut yel-yel para pendukung.

Menariknya dihadapaan Lembaga Adat, Dewan Depati Sebelas Perut dan Ninik Mamak Berempat Depati Payung Pondoktingi juga Tokoh Adat dari Depati Nan Bertujuh Ahmadi menyampaikan tetap seiring sejalan dengan Antos. “Kami tidak seperti pemimpin sebelumnya, yang sering meninggalkn kawan seiring,” tegas Ahmadi.

Percayalah,  tidak perlu ragu. Kedepan kita akan bekerja profesional dan proporsional. Ada tupoksi, ada pembagian kerja. Dengan satu tujuan, untuk kemajuan dan perubahan nagroi. “Saya dan Antos akan seiring dan sejalan. Kami akan tetap kokoh, menyatu. Tidak ada istilah menelantarkan, apalagi itu Wakil Walikota. Kita akan selalu bersama,” kata Ahmadi.

Alvia Santoni juga tampil percaya diri (Pede) di tengah massanya. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut, tidak perlu ragu untuk mendukung dirinya Anak Jantan Depati Payung Pondoktinggi. Sebab, sewajar dan wajib masyarakat Pondoktinggi mendukung putranya sendiri. “Akeu neh Anok Janteang Undok Inggai. Piyo kayo mendungkung ngan laeng. Bangea namonyo, adea uhang kito, kito mendukung uhang laeng (Saya ini Anaj Jantang Pondoktinggi. Kenapa mendukung yang lain. Bodoh namanya, jika ada masyarakat Pondoktinggi mendukung orang lain,red)” kata Antos yang disambul yel-yel dari massa yang hadir.

Ketua Lembaga Adat Depati Payung Pondoktinggi Dpt H Livia Warman, S.Sos dihadapan massa menegaskan saatnya Pondotinggi bangkit. Akhiri, adudomba yang muaranya merugikan nagroi. “Mari kita dukung bersama Anak Jantan kito Alvia Santoni maju mendampingi Ahmadi Zubir. Kami yakin mereka berdua mampu melakukan perubahan dan kemajuan Kota Sungaipenuh,” tegas Livia Warman.

Dia menghimbau anak jantan dan anak batino, para tokoh adat yang selama ini berseberangan untuk lebur bersama dalam sebuah perjuangan untuk membangun nagroi. “Jangea kito mudeah diumbok uhang, nagroi tanayo. Waktu masih ada, marilah kita bersama-sama mendukung duet Ahmadi-Antos untuk membangkitkan nagroi,” tegasnya.(dev)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here