Berkas dan Tersangka Korupsi Irigasi Sungai Tanduk Kerinci Dilimpah ke Kejaksaan

0
221

Kerinci ,Suara Independent – Berkas perkara dan barang bukti serta dua orang tersangka dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sungaipenuh, Selasa (23/1) hari ini.

Dugaan korupsi tersebut terjadi pada proyek irigasi di Desa Sungai Tanduk, Kecamatan Kayu Aro pada tahun 2016 lalu, dan menjerat dua orang tersangka yakni Ito Mardi selaku  direktur PT Anugrah Bintang Kerinci, rekanan pelaksana proyek.

Selain itu, tersangka kedua yakni Ibnu Ziadi yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sarolangun.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, Iptu Toni Hidayat, membenarkan jika kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sungaipenuh, Selasa (22/1).

“Ya, hari ini berkas beserta tersangka dilimpah ke JPU,” kata Kasat Reskrim Polres Kerinci IPTU Toni Hidayat didampingi Kanit Tipikor IPTU Edi Mardi.

Pantauan di Kejari Sungaipenuh hingga saat ini penyidik Polres Kerinci masih berada dalam ruang JPU Kejari Sungaipenuh.

Diberitakan sebelumnya, proyek peningkatan jaringan irigasi tahun 2016 di desa Sungai Tanduk, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci berujung tindak pidana korupsi. Penyidik Rektorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polres Kerinci menetapkan dua orang tersangka dengan kerugian negara mencapai Rp 1,04 Miliar.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto SH SIK, dalam press realesae diruang Aula Polres Kerinci, Senin (31/12),  menyampaikan bahwa pihaknya menangani kasus korupsi di Kerinci pada tahun 2016.

“Ya, sudah ada dua tersangka dalam kasus ini, kedua tersangka ditetapkan beberapa bulan yang lalu,” ujar Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto.

Dua orang tersangka yang telah ditetapkan adalah kontraktor yakni Ito Mardi (IM) Direktur PT Anugrah Bintang Kerinci dan Ibnu Ziadi (IZ) yang saat itu merupakan Kuasa Penguna Anggaran (KPA), dan saat ini diketahui IZ diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Sarolangun.

Dikatakan Kapolres, sebelum menetapkan tersangka, berkas dua orang tersangka ini dikirim terlebih dahulu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sungaipenuh untuk tahap I dan setelah dilakukan penelitian oleh JPU secara profesional dan prosedural, berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU atau P21.

Menurut Kapolres dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. “Saat ini kita masih melakukan pengembangan dengan memanggil sejumlah saksi – saksi untuk dimintai keterangan,” ungkapnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here