Blusukan di Pasar BD. VIII Kayu Aro, Adirozal Di Kerumuni Ratusan Pedagang, Begini Kisahnya…

0
390

KERINCI, SI –Agenda blusukan yang dilakukan pasangan Nomor 2  (Adi – Ami ) ke pasar baru BD VIII Kayu Aro  mendapat sambutan hangat pedagang dan masyarakat, Sabtu (15/4/2018). Terbukti dengan banyaknya aspirasi pedagang yang disampaikan kepada bakal calon bupati dan wakil bupati Kerinci periode 2018-2023 ini

Kedatangan Adirozal bersama istri tercinta dan rombongan sempat membuat ratusan warga,  aktivitas pasar sempat terhenti beberpa menit melihat kehadiran Adirozal ditengah – tengah hiruk pikuknya suasana dipusat perbelanjaan pasar Mingguan BD. VIII

Betapa tidak, kehadiran sosok orang yang telah berjasa merubah kondisi pasar yang sebelumnya kumuh dan becek  hingga menjadi bersih dan tidak becek lagi

Keluhan – demi keluhan para pelaku usaha ( pedagang- red)  yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah era sebelumnya  akhirnya terjawab sudah dengan dibangunnya pasar oleh Bupati non aktif dengan konstruksi bangunan yang modern

Pasar BDVIII dibangun ditahun 2017 lalu bahkan saat ini sudah menjadi pasar modern yang tidam lama lagi akan berobah status menjadi pasar harian

Dalam blusukan itu Adirozal melihat langsung kondisi dan berbicara langsung dengan semua pedagang. Dalam percakapan itu pedagang langsung mengucapkan terimakasih kepada Adirozal, bahwa pasar Bedeng 8 sudah dibangun modern, bersih dan tidak becek lagi. Dengan kondisi pasar saat ini pembeli dan pedagang senang, sebab, pendapatan pedagang saat ini sudah jauh meningkat.

“Terimakasih Pak Bupati, harapan kami selama ini supaya pasar modern bisa terwujud karena perjuangan Pak Adirozal. Kondisi pasar yang bagus, bersih dan tidak becek lagi membuat jual beli kami meningkat jauh,” sebut pedagang kepada Adirozal yang disambut senyuman oleh Adirozal.

Pemerintah Kabupaten Kerinci sejak tahun 2014-2017, telah membangun 10 pasar tradisional. Pasar ini tersebar dibeberapa kecamatan di Kerinci menghabiskan dana lebih Rp 35 miliar.

“Pemkab telah membangun dan merehap 10 pasar tradisional, tujuh pasar dilakukan pembangunan baru kemudian tiga pasar di rehab,” kata Adirozal.
Dia menjelaskan pasar yang telah dibangun yakni pasar Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, pasar ini dulu dibangun ditahun 1993 kemudian di tahun 2014 dilakukan rehab dengan menggunakan APBD Kerinci, ditahun 2015, dengan anggaran Rp 200 juta

Dia menambahkan pasar Kersik Kecamatan Kayu Aro, dibangun tahun 1970. Kemudian di tahun 2014 dilakukan rehap dengan menggunakan DAK sebesar Rp 200 juta.

“Pasar Bedeng Delapan Kecamatan Kayu Aro dibangun tahun 2017. Untuk pasar Bedeng Delapan ini sudah selesai dibangun ditahun 2018 sudah bisa digunakan. Kita bisa melihat sendiri bagaimana senangnya pedagang dan pembeli di pasar ini setelah pasar ini direhap total, sehingga bersih dan tidak becek lagi,” jelasnya

Kemudian pasar Siulak Deras direhab tahun 2015 dengan menggunakan dana DAK sebesar Rp 200 juta, dinas perindustrian perdagangan dan koperasi juga telah membangun pasar Senin menjadi pasar modern dengan anggaran Rp 10 miliar tahun 2015.
Sementara pasar Semurup juga sudah dibangun dengan dana APBD sebesar Rp 2,8 miliar, kemudian pasar Angkasapura Hiang juga telah selesai dibangun dengan dana Rp 10 miliar, kemudian pasar tradisonal Sanggarang Agung juga telah dibangun tahun 2016 dengan dana Rp 900 juta. Serta pasar Jujun juga dibangun tahun 2016 lalu dengan anggaran Rp 1.487.70.000, terakhir pasar Bukit Kerman dibangun tahun 2015 lalu, dengan anggaran 200 juta menggunakan APBD Kerinci.
Total anggaran yang telah digunakan untuk membangun 10 pasar tradisional tersebut mencapai Rp 35,5 miliar.
“Kita berharap masyarakat yang menggunakan pasar tersebut bisa meningkat kesejahteraannya dan dapat pula menjaga kebersihan pasar,” terangnya ( Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here