Breaking News !, Pernyataan Fikar Saat Debat Publik Menuai Protes Dari Masyarakat 4 Desa Belui

0
389

Fikar: “Sehari setelah dilantik Kami Akan Tutup TPA di RKE dan Dipindahkan ke KM.14”

Sungai Penuh. Suara Independent.id- TERNYATA jawaban salah satu Cawako Sungai Penuh yaitu Fikar Azami saat berdebat dengan Cawako Ahmadi Zubir terkait masalah penanganan sampah di Kota Sungai Penuh berbuntut panjang. ini menuai protes keras dari masyarakat 4 Desa Belui kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci.

Pada saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Calon Walikota Nomor urut 1 Ahmadi Zubir sehubungan dengan pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh, Fikar menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa pihaknya sejak semasa menjadi anggota DPRD Kota Sungai penuh telah sepakat dengan pemerintah dan juga pihak kementerian LHK bahwa tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sudah bisa di pindahkan ke KM.14 secara regional bersama-sama dengan Kabupaten Kerinci.

Seperti disampaikan oleh Cawako Fikar pada saat debat Rabu (18/11) lalu, “sewaktu DPR kita pernah mengadakan tanah dan pemerintah sudah membeli dan sudah mengeksekusi lokasi TSPT di Km.14”. Ujar Fikar.

Dijelaskannya lagi, “kedepan sesuai dengan perintah dari kementerian kehutanan saat itu kita sudah mendapatkan izin seluruh amdal, seluruhnya sudah selesai sudah bisa dipindahkan ke km 14 secara terpadu, regional dengan kabupaten kerinci”. Ujar Fikar.

“saya berbicara ditengah publik ini berdasarkan data dan fakta, bahwa kita sudah mendapatkan izin untuk menggunakan TPST di km 14 itu dan kita sudah sepakat bahwa sehari setelah dilantik maka TPA di RKE akan kita tutup dan dipindahkan ke TPST di KM 14”. Tegas Fikar saat menjawab pertanyaan Ahmadi.

Ternyata, Pernyataan Fikar inilah yang dikecam oleh masyarakat 4 Desa Belui, sebagaimana disampaikan oleh Afrianto Selaku Ketua Pemuda 4 Desa Belui, yang mana menurut mereka lahan atau tanah untuk lokasi TPST yang disebut oleh Cawako Fikar tersebut berada didalam wilayah tanah ulayat adat tanah baserau tanah baimbao Desa Belui.

“Kami mengecam keras pernyataan dan Jawaban Cawako Fikar terkait akan memindahkan TPA Renah Kayu Embun (RKE) ke lokasi yang baru yaitu TPST di Km.14″, jangan asal-asal saja membuat pernyataan dan mengklaim-klaim seperti itu”. Ungkap Afrianto.

Ditegaskannya lagi, “tanah km14 itu adalah tanah ajun arah masyarakat 4 Desa Belui, kami tidak mengkalim-klaim saja, Tanah tersebut jelas secara history dan hirarki adalah tanah ulayat 4 Desa Belui Depati tujuh dibawah kekuasaan Rajo Alam Negeri nan kudo satai”.

Ketika ditanya bukankah masalah pembebasan tanah tersebut sudah selesai?, hal ini dijawab tegas, siapa yang bilang sudah selesai? kami tetap menolak! kami selaku masyarakat Belui tetap pada keputusan kami” Tegas Afrianto.

“atas nama masyarakat 4 Desa Belui KM 14 kami menolak, dari dulu kami menolak dan kami tidak akan membiarkan tanah ulayat tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah, karena dampaknya dikemudian hari akan sangat berat bagi kami dan anak cucu kami karena air resapan limbah sampah akan mengalir ke desa kami dan itu akan dinikmati oleh anak cucu kami”, Ujar Afrianto.

“Pokoknya kami selaku pemuda dan masyarakat 4 desa Belui tetap menolak dan tolong jangan dipermudah masalah ini dan jangan dipolitisir, jangan anggap itu sudah selesai begitu saja, pernyataan Fikar itu adalah Blunder”. Pungkas Afrianto ( TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here