Gerak Cepat Tangani Bencana,PLN Akan Bangun Tower ERS dan, Siapkan 12 Unit Genset Kapasitas Besar Untuk Kerinci dan Sungai Penuh

0
760

Kerinci. Suara Independent DARYONO : Masyarakat Dimohon Bersabar, Gerak cepat dalam dalam menangani musibah robohnya tower transmisi akibat tanah longsor yang berada di Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Sabtu Malam (9/3) lalu, PLN langsung melakukan upaya-upaya untuk segera memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Salah satu upaya yang dilakukan, ini terlihat dari pantauan langsung kelokasi robohnya tower oleh beberapa General Manager diantaranya, General Manager (GM) PLN UIW S2JB Daryono, GM PLN UIP SBS Fajar Suroyo, GM PLN P3BS Nur Wahyu, EVP Operasi Regional Sumatera pt pln persero Supriyadi, Senior Manager Distribusi Abdul Haris, Senin (11/3).

Selai itu, Manager PLN UP3 Muara Bungo Ridwan Adam dan Seluruh Manager Bagian beserta beberapa pegawai PLN UP3 Muara Bungo turut hadir mendampingi para General Manager, dalam rangka mengecek secara langsung kerusakan yang terjadi dan untuk selanjutnya melakukan upaya-upaya perbaikannya.

General Manager (GM) PLN UIW S2JB Daryono, saat diwawancarai usai pantauan ketitik lokasi rusaknya tower mengatakan, kedatangannya bersama beberapa GM lainnya ke Kabupaten Kerinci bertujuan untuk mengecek atau melihat secara langsung keblokasi musibah longsor yang mengakibat 2 tower rusak dan 1 tower roboh.

“Ini adalah musibah kita bersama yang tidak sama sekali kita inginkan. Memang kondisi geografis wilayah Kabupaten Kerinci dan sekitarnya memang rawan karena tower T berada di perbukitan, jurang serta ada beberapa tower yang berada di pinggir sungai serta jalur ini merupakan jalur radial atau satu jalur, jadi jika terjadi kerusakan pada satu tower maka dampaknya akan besar dirasakan oleh masyarakat Kerinci dan sekitarnya,” ungkap Dayono, Senin (11/3).lDikatakan Daryono, akibat dari kejadian ini sebagian besar wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Padam Total, dengan besar beban padam sekitar 13.3 MW. Namun PLN telah melakukan upaya untuk meminimalisir padam dengan manuver suplai melalui pembangkit-pembangkit swasta (independence power producers/IPP) antara lain: PLTMH WASKITA SKE dan PLTMH WASKITA WSE yang sinkron dengan Gardu Induk SOLOK sebesar 4.5 MW.

“Upaya cepat untuk meminimalisir padam adalah dengan melakukan manuver beban ke pembangkit-pembangkit yang ada, dan Alhamdulillah telah dapat dinyalakan sebesar 4.5 MW, akan tetapi masih ada beban padam 8.8 MW dan ini yang sementara akan dilakukan pengaturan penyalaan secara bergantian”, ujarnya.

Ditambahkanya, selain melakukan menuver suplay, PLN juga menyiapkan mesin genset berkapasitas besar sebanyak 14 Unit, yang didatangkan dari PLN Area Jambi, Pelembang dan sebagian dari Sumatera Barat. “Ada sekitar 14 unit genset yang kita mobilisasika ke Kerinci dan Sungai Penuh, hal inu nntinya dapat mengurangi beban padam sekitar 2,5 MW. Namun, PLN akan terus melakukan upaya lainnya untuk menormalisasikan listrik yang berada di Sungai Penuh dan sekitarnya ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut GM PLN UIW S2JB Daryono mengatakan, saat ini juga PLN telah melakukan pembangunan tower darurat atau Emergency Restoration System (ERS). Nantinya tower ERS ini akan dipasangkan sebagai pengganti tower yang roboh. Ditargetkan pemasangan tower ERS ini akan selesai pada hari Rabu. “Selain itu, untuk percepatan pekerjaan pemulihan ini, PLN juga mendatangkan tenaga kerja terampil dan ahli sebanyak 156 personil yang bekerja secara kontiniu,” tambahya.

Permintaan maaf juga disampaikan oleh Daryono untuk seluruh pelanggan PLN di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan sekitarnya, atas ketidaknyamannya dikarenakan padamnya listrik. Dirinya juga berharap dukungan dan suport dari masyarakat.

Saya harap masyarakat bisa bersabar atas masalah yang terjadi, PLN akan segera menyelesaikan kerusakan yang ada, ditargetkan Jumat besok perbaikan sudah selesai dan listrik insaallah sudah kembali normal seperti biasa, mohon doanya aja, agar cuacanya bagus dan mendukung sehingga proses pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan cepat, amiin,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, bahwa terjadi padam aliran listrik di sebagian besar wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang diakibatkan oleh robohnya tower transmisi pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) BANGKO – SEI PENUH. Hasil penelusuran petugas PLN, robohnya tower 197 tersebut diakibatkan oleh longsornya tanah pada sebuah bukit yang mengakibatkan beberapa pohon kayu besar roboh dan menimpa kabel jaringan SUTT yang ada di lokasi tersebut sehingga tower penyangga kabel pun ikut roboh.

Sumber : DELIKJAMBI.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here