Hati – hati Bagi Pengguna Medsos, Sudah Banyak Akun FB Penyebar Hoax Dilaporkan Ke Polda

0
642

KERINCI,  SI -Suasana Pilkada Kerinci saat ini, tidak hanya menjadi perbincangan dalam tatap muka, namun di dunia maya seperti media sosial (medsos) juga menjadi perbincangan hangat.

Akan tetapi, tidak sedikit pengguna medsos justru memanfaatkan akun medsos seperti Facebook untuk menebar isu hoax, sara dan ujaran kebencian, yang cenderung meresahkan

Pantauan di media sosial FB, cukup banyak percakapan yang berhubungan dengan Pilkada Kerinci yang dibahas oleh pengguna FB dan di grup FB. Beberapa akun ada yang memposting dan berkomentar yang bernuansa sara dan mengkotak-kotakkan wilayah Kerinci, yang dikhawatirkan menimbulkan pecah belah Kabupaten Kerinci.

Berkaitan konten isu sara, ada yang memposting foto dua jari namun diberi kalimat itu seperti Yesus, dan foto tiga jari diibaratkan nama Allah. Selain itu, juga ada yang memposting seolah mengkotak-kotakkan wilayah, seperti jangan pilih calon dari Kerinci mudik, ada juga jangan pilih calon dari Kerinci Hilir.

Salah satunya akun Facebook milik Supriadi Adi dimana setiap postingan selalu mengkotak-kotakan wilayah dan menyebarkan ujaran kebencian. Selain itu, juga terdapat beberapa akun lainnya yang juga memposting dan berkomentar sama yang dinilai cukup meresahkan.

Salah seorang warga Kerinci mengaku resah dengan akun Fb milik Supriadi Adi yang setiap postingan status di Facebook selalu menyebarkan ujaran kebencian dan mengkotak-kotakan wilayah.

“Postingan dia (Supriadi Adi) membuat gaduh Medsos, hingga menimbulkan komentar kemarahan warga dengan adanya mengkotak-kotakan wilayah,” katanya.

Dia meminta kepada tim Cyber Patroli Polres Kerinci untuk menindak akun Facebook milik Supriadi Adi tersebut, serta beberapa akun lainnya yang cenderung meresahkan.

“Kita minta tim Cyber Polres Kerinci memblokir akun tersebut, takut nanti postingan dia bisa menimbulkan komplik di tengah masyarakat,” katanya.

Terkait hal ini, tim Cyber Patrol Polres Kerinci juga rutin memantau, dan bahkan sejumlah akun FB yang bernuansa isu yang cenderung meresahkan, sudah dilaporkan ke Polda Jambi untuk ditindak lanjuti.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto, melalui Kanit Tepiter, Iptu Edi Mardi, saat ditemui di ruanganya, Selasa siang (20/3), mengatakan bahwa pihaknya terus memantau sejumlah akun di Facebook yang menyebarkan berita hoax, isu SARA, menyebarkan kebencian dan mengkotak-kotakan wilayah.

“Ya, kita setiap hari memantau medsos terutama Facebook, semua perbincangan yang berkaitan Pilkada Kerinci terus kita pantau termsuk di grup-grup FB,” katanya.

Hingga saat ini, kata dia, sudah 29 akun FB yang dilaporkan pihaknya ke tim Cyber Polda Jambi, untuk ditindak lanjuti.

“Dari 29 akun yang kita laporkan tersebut, 80 persen sudah diblokir, karena konten dan komentarnya dinilai meresahkan,” ungkapnya.

Terkait dengan akun Facebook Supriadi Adi, lanjut dia, pihaknya juga telah melaporkan ke Polda Jambi. “Sudah kita laporkan, saat ini masih dalam proses,” jelasnya.

Dia menghimbau, kepada seluruh masyarakat khususnya pengguna media sosial, untuk berhati-hati dalam menggunakan medsos, jangan menebar berita hoax, isu sara, ujaran kebencian dan mengkotak-kotakkan wilayah.

“Kita semua ingin Pilkada Kerinci damai, jika di medsos disebar konten yang meresahkan, kita khawatir akan berpengaruh pada masyarakat luas, dan nilai demokrasi di Pilkada Kerinci menjadi rusak,” pungkasnya.( red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here