HELMI FAUZI : Pilkada Kerinci Tak Lagi Menarik

0
281

KERINCI,Suaraindependent.co.id -Meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kerinci tinggal kurang lebih dua bulan lagi, namun sejumlah masyarakat Kerinci sudah merasa bahwa Pilkada Kerinci kini tidak lagi menarik untuk di ikuti. Hal ini dikarenakan, terlalu monotonnya setiap calon Bupati dan wakil Bupati dan Simpatisannya dalam melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Parahnya lagi, kini sejumlah masyarakat sudah enggan membicarakan permasalahan Pilkada Kerinci. Lantaran sudah bosan akan iming-imingan janji dari para calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci.

“Pilkada Kerinci sudah tidak lagi menarik, lantaran masyarakat sudah bosan akan usaha dari Calon Bupati dan wakil Bupati Kerinci dalam meraup simpatisan, bahkan sampai saling caci dan memaki,”ungkap Helmi Fauzi tokoh  Danau Kerinci

Tidak hanya itu saja, lanjutnya saat ini demokrasi yang baik bosan dikatakan tidak bisa berlaku dengan baik di Kabupaten Kerinci, lantaran masyarakat saat ini lebih memilih untuk bungkam, apalagi masyarakat tani seakan sudah tida mau ambil pusing lagi terkait pilkada Kerinci.

“Masyarakat sudah tidak peduli lagi, apakah karena bosan atau memang masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan demokrasi di Kerinci, itu kita tidak tahu,”sebutnya.

Menurutnya saat ini masyarakat lebih cenderung fakum, hanya segelintir orang yang punya maksud saja yang bersemangat untuk mempromosikan calon Bupati dan wakil Bupati Kerinci pilihannya saat ini.

“Kalau kita mendingan keladang, siapa yang jadi bupati ya jadi lah. Nasib kita begini juga,”terangnya.

Sejauh ini, lanjutnya sudah cukup banyak pertukaran Bupati Kerinci, hanya beberapa perubahan yang ada. Untuk pelaksanaan pengerjaannya tetap juga didasarkan Pembahasan DPRD, belum tentu yang dijanjikan Kandidat Bupati dan wakil Bupati Kerinci bisa terealisasi, karena tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Susah juga, yang jelas kami tidak ingin terlalu terlibat. Kami tidak ingin ada perselisihan antar kami, karena saat ini bisa kita lihat banyak warga yang berselisih karena beda pilihan di pilkada,”jelasnya.

Atas pernyataan masyarakat tersebut, bisa diprediksi untuk Pilkada kerinci target partisipasi masyarakat terhadap Pilkada Kerinci akan sulit tercapai.

Sementara itu, sebelumnya Ketua KPU Kabupaten Kerinci, Afdal Febrianto menyebutkan Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 14 Juni 2017 lalu yang dilakukan setelah terbit peraturan KPU.

KPU Kerinci juga menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada mendatang 77,55 persen. “Kita juga mengusung tagline KPU mélayani. Kami berharap semua pihak membantu dalam suksesnya pelaksanaan Pilkada Kerinci 2018,” katanya.(suaraindependent)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here