KPK Temukan Uang di Villa keluarga Zola

0
418

JAMBI, SOI- Tim KPK menemukan sejumlah uang saat menggeledah Villa milik keluarga Gubernur Jambi Zumi Zola di kawasan Komplek Perkantoran, Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Rabu (31/1) malam. Uang yang diperkirakan berjumlah miliaran rupiah tersebut tersimpan di dalam tiga buah brankas.

Informasi yang diperoleh Jambi One menyebutkan, tim penyidik KPK yang diperkirakan berjumlah sembilan orang, menggunakan tiga mobil, tiba di Villa keluarga Zola sekitar pukul 15.00 Wib. Didampingi anggota Polres dan Kejari Muarasabak, tim KPK langsung menggeledah Villa megah berlantai dua dengan cat putih tersebut.

Tiga brankas berisi uang tersebut ditemukan di lantai I Villa. Awalnya, tim KPK kesulitan membuka ketiga brankas tersebut. Bahkan kabaranya, salah seorang penyidik KPK sempat menghubungi ibu Ratu Munawwaroh, isteri Zulkifli Nurdin, orang tua Zumi Zola yang juga mantan Gubernur Jambi dua periode untuk menanyakan kombinasi angka kunci untuk membuka brankas. Tapi tetap tidak bisa dibuka.

Pukul 20.43, tim KPK yang dari Jambi membawa petugas spesialis bongkar brankas. Brangkas baru bisa dibuka pukul 22.20 Wib. Menurut sumber Jambi One, di dalamnya ditemukan tumpukan uang cukup banyak. Pukul 22.35 Wib, tiga unit mesin penghitung uang, dua milik BRI Muarasabak dan satu unit milik Bank Jambi Muarasabak didatang ke Villa untuk menghitung uang yang ditemukan dalam brangkas. ‘’ Jumlahnya diperkirakan miliaran rupiah,’’ ujar sumber terpercaya yang minta namanya tidak ditulis ini.

Hingga pukul 23.20 Wib malam tadi belum ada keterangan resmi dari KPK soal temuan uang tersebut. Diperkirakaan proses penghitungan uang masih berlangsung. Tampa juga seorang anggota mebawa kardus ke luar dari Villa menuju mobil.

Sebelumnya, sejak sore wartawan tidak diperbolehkan mendekati Villa. “Kami menghargai profesi teman-teman, tolong juga hargai tugas kami, nanti selesai dijamin ada informasi,” kata salah seorang penyidik KPK kepada wartawan.
Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Marinus Marantika Sitepu mengaku tidak tahu jumlah pasti penyidik KPK yang melakukan penggeledahan.
Sementara lima orang personel Pores Tanjabtim ditugaskan untuk mendampingi penyidik KPK melakukan penggeledahan. “Anggota kami ikut mendampingi lima orang, dari shabara dan provost,” kata Kapolres.

Sementara itu, penjaga Villa ketika ditanya membenarkan ada tiga brankas di Villa ditemukan tim KPK. Menurut dia, dibutuhkan delapan orang untuk mengangkat brankas brankas tersebut.

Penjaga Villa yang tidak mau menyebutkan namanya ini mengatakan, orang tua Zola, Zulkifli Nurdin terakhir kali datang ke Villa sekitar empat bulan lalu. Sementara Zola datang ke Villa bertepatan dengan musibah kebakaran di Simbur Naik, Tanjab Timur, pada November 2017 lalu.

Selain Villa, Rabu kemarin Tim KPK juga menggeldah dua tempat yang berkaitan langsung dengan Zola. Yakni Rumah Dinas Gubernur di kawasan Taman tanggo Rajo (Ancol) Jambi dan rumah mantan ajudan Zola, Afip di kawasan Plamboyan, Kota Jambi.

Pantuan di lapangan, penggeledahan Rumah Dinas Gubernur berlangsung selama delapan jam lebih. Mulai sekitar pukul 10.00 Wib dan berakhir sekitar pukul 18.35 Wib. Selain ruang di dalam rumah dinas, penyidik KPK juga terlihat memeriksa sejumlah mobil dinas yang terparkir di garasi rumah dinas gubernur.

Setelah melakukan penggeledahan, tampak tim KPK keluar dari dalam rumah dinas membawa tiga koper dan dua kardus. Namun, tidak ada keterangan resmi dari penyidik soal penggeledahan tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenaran adanya penggeldahan rumah dinas gubernur dan sejumlah tempat di Jambi. “Ya ada penggeledahan. Tim masih di lapangan,” ujar Febri.

Diduga, penggeledahan ini terkait pengumpulan alat bukti ‎untuk mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018. KPK memang sudah membuka penyelidikan baru di kasus ini.

Sebelumnya, ‎Febri mengakui memang telah mengantongi nama tersangka baru dalam kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan RAPBD Jambi tahun 2018. Hal itu sejalan dengan pengembangan kasus yang dilakukan KPK.

“Untuk kasus Jambi memang ada pengembangan. Pengembangan memang benar karena dalam kasus ini diduga ada pihak lain yang terlibat,” kata Febri.

Sementara Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan penggeledahan di rumah dinas Zumi Zola memang terkait penyidikan baru dalam kasus suap RAPBD Provinsi Jambi 2018. “Normatifnya. Kalau geledah kan udah tahap penyidikan,” kata Saut.(zal/tim)

Sumber Berita : Jambione.com,

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here