Menkelperi RI.Dr. Susi Pudjiastuti, Berharap Kerinci Mampu Pengekspor Ikan Terbesar Di Provinsi Jambi

0
182

Kerinci ,Suara Independent – Meski, Kabupaten Kerinci tak memiliki laut, tapi Danau Kerinci adalah merupakan bagian dari perairan Indonesia yang perlu dikembangkan potensi perikanan dan biota danaunya. demikian dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Dr. Susi Pudjiastuti dalam sambutan pada Kunker perdananya di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi kemarin Senen ( 11/2/2019 )

Dikatakannya, berdasarkan data yang diterima bahwa kecenderungan rendahnya tingkat kemauan masyarakat Kerinci memproduksi ikan sangat mempengaruhi pertumbuhan tingginya fisik rakyat serta masyarakat Kerinci sebagai vitamin yang ada didalam kadarnya ikan. “Termasuk unsur omega bagi pertumbuhan IQ seseorang, hanya ada didalam ikan”, ungkap Menkelperi RI itu.

Guna mendukung bagaimana hasil produksi ikan Danau Kerinci bisa menjadi produksi ikan terbesar dalam wilayah Provinsi Jambi, segala fasiltas dan sarana pendukung akan disiapkan dan disediakan oleh Pemerintah.” ujarnya

Dalam hal ini , dengan tegas Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyampaikan kepada setiap perusahaan pakam read-makanan ikan bila tak sanggup menurunkan harga pakam menurut kesanggupan daya beli peternak ikan maka pemerintah akan menggulirkan pengadaan mesin pakam gratis bagi masyarakat peternak”, terang Menkelperi itu.

Selain itu, Ibuk Susi juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar kuat kemitraan dengan putera terbaik daerah seperti Profesor DR Rizal Djalil untuk bisa membuka dan memperluas segala akses bagi kepentingan Kabupaten Kerinci ditingkat pusat

Dijelaskannya , sejak Indonesia menghalau lebih dari 4000 kapal penangkap ikan asing serta meledakkan tak terhitung jumlahnya kapal pengkap ikan ilegal diperairan Indonesia membuat neraca potensi kelautan kita semulanya berada diperingkat terbawah bisa menjadi pada tingkat teratas. “Neraca perikanan semulanya 104 meningkat jadi 112,  nereca pelayaran semula 102 meningkat jadi 120, begitu pula potensi kelautan lainnya”, kata Menkelperi.

lanjutnya , Indonesia sebagai negara besar,  terbuka terhadap negara manapun, tapi membatasi tingkat dan jumlah produksi yang masuk ke Indonesia guna kelancaran produksi dan transaksi hasil produksi.

“Pemerintah Kabupaten Kerinci juga perlu perlu membuat Perda menyangkut agar hasil produksi masyarakatnya bisa laris dan terjual, seperti produksi buah dan lainnya”, singkat Menkelperi itu.

Demi Danau Kerinci yang ramah lingkungan agar tetap ramai didatangi wisatawan, kata Ibuk Susi perlu ada penegakan terhadap Perpres tentang plastik yang menjadi limbah ancaman sampai 450 tahun lamanya mengancam setiap kehidupan lingkungan masyarakat. “Maka, perlu ditegakkan di Kabupaten Kerinci sebagai daerah yang mengandalkan hasil produksi tani, perkebunan dan lainnya”, tandasnya .( Akaw )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here