Panwaslu Berdalih Pelemparan Mobil Tak Ada Saksi, Pengrusakan Posko Bukan Pidana Pemilu

0
591

KERINCI, SI- Dua laporan kejadian yang dilaporkan Tim Pemenangan Cabup-Cawabup, Adirozal-Ami Taher ke Panwaslu, yakni pelemparan mobil di Siulak Deras dan pengrusakan posko ADAM di Koto Payang, dinilai Panwaslu tidak memenuhi unsur pembuktian pelanggaran pemilu.

Panwaslu Kerinci berdalih, untuk kejadian pelemparan mobil Adirozal saat acara tatap muka di Siulak Deras tidak ada saksi. Sementara untuk kejadian pengursakan posko tim dan pengancaman terhadap timses bukan merupakan pidana pemilu.

Hal ini disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Kerinci, Fatrizal, saat dikonfirmasi wartawan. Dia menjelaskan bahwa Panwaslu sudah menindak lanjuti laporan yang masuk. Mulai dari kejadian di Siulak Deras dan kejadian pengrusakan posko ADAM di Koto Payang.

“Kejadian di Siulak Deras itu, tidak ada saksi yang melihat pelaku yang melempar mobil itu, karena saat kejadian lampu kan mati, jadi kalau tidak ada saksi bagaimana kita mau tindak lanjuti, “jelasnya.

Sedang kejadian pengrusakan pokso ADAM di Desa Koto Payang, Kecamatan Depati Tujuh, dia mengaku sudah melakukan kajian di Sentra Gakumdu, dan menyimpulkan kejadian teraebut tidak mengandung unsur pidana pemilu.

“Setelah melakukan kajian, tidak ada ditemukan unsur pidana pemilu, karena kejadian tidak sedang kampanye. Maka kejadian itu masuk ke pidana umum, kita limpahkan ke Polres Kerinci,”tambahnya.

Tindak lanjut Panwaslu terkait kejadian yang berhubungan dengan Pilkada ini menuai banyak sorotan, terlebih Pabwaslu hanya berfokus pada saksi, sementara bukti dan kejadian sudah jelas ada. Oleh sebab itu, intelijensi Panwaslu dalam menangani pelanggaran diminta lebih jeli, dan tidak terfokus dengan yang nampak semata.

“Begitupun dengan pengurasakan posko dan pengancaman timses, karena objek pengrusakan dan pengancaman sangat berhubungan erat dengan suksesi Pilkada Kerinci. Sangat disayangkan kejadian itu dia simpulkan bukan pidana pemilu,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu, pasca kejadian di Koto Payang, Cabup Incumbent, Adirozal, dengan tegas meminta penyelenggara pemilu khususnya Panwaslu, untuk menyelesaikan dua persoalan tersebut sesuai aturan dan diproses secara hukum.

“Saya minta penyelenggara, terutama Panwaslu, serta KPU, termasuk Polisi untuk tegas menindak lanjutinya sesuai dengan ketentuan. Tindak saja, jangan sebentar rapat, sebentar rapat, tapi hasil tidak ada,” tegasnya.

Aksi penyerangan dan pengrusakan yang menimpa pasangan calon nomor urut dua ini, kata Adirozal, tidak hanya terjadi di Koto Payang, namun sebelumnya juga sudah terjadi di kelurahan Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci.

“Sekarang sulit dibuktikan orangnya? tapi yang jelas kendaraan itu rusak. Sulit dibuktikan orangnya, dirumah ini naik seseorang, dia ngacam dirumah ini, lalu dia keluar rumah. Kira-kira yang melempar siapa ? Kan mudah, kok dibilang sulit dibuktikan?,” kata Adirozal.

Jika memang tidak bisa mengusut pelemparan mobil di Siulak Deras, dia meminta untuk penyerangan dan pengrusakan posko di Koto Payang supaya diusut tuntas.

“Itu ok (Siulak Deras). Tapi pengrusakan posko ini, harus diusut tuntas. Yang penting kita menciptakan pilkada Kerinci yang damai. Saya sekarang memikul dua beban batin. Pertama, Bagaimana Pilkada Kerinci itu damai. Kedua, bagaimana saya menenangkan massa saya,” terang Adirozal.

Calon Bupati Kerinci incumbent ini, meminta Panwaslu Kabupaten Kerinci bekerja professional dalam menindak pelanggaran pemilukada Kabupaten Kerinci, sesuai dengan aturan perundang–undangan.

“Panwaslu ini, ketika orang (ASN) hadir di acara Pak Ami Taher dahulu dilaporkan dan diproses (laporannya langsung diproses). Padahal saat itu belum berlangsung tahapan kampanye. Semestinya atau tepatnya sekarang ini yang sudah masuk tahapan kampanye, setiap laporannya diproses. Panwaslu semestinya laksanakan aturan yang ada,” terangnya.( Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here