Pasca Rekanan Diculik, Tender Proyek Jembatan Mensao Dibatalkan

0
324

SAROLANGUN,  SI  Tender proyek pembangunan Jembatan Muara Mensao di Kecamatan Limun dengan pagu Rp 8 miliar, akhirnya dibatalkan meski sudah masuk tahap pembuktian  pasca kualifikasi di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Sarolangun.

“Ya, untuk sementara kita batalkan,” ujar Kepala ULP Kabupaten Sarolangun Arief Hamdani, Selasa (22/5).

Dijelaskan Arief, pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan menunjuk salah satu pemenang di dalam tender pasca adanya kejadian beberapa hari lalu, yang sudah dilaporkan ke Mapolres Sarolangun.

“Berkasnya sudah kita kembalikan ke dinas PUPR Sarolangun, tidak menutup kemungkinan proses tender akan kembali dilakukan,” katanya.

Selain itu, Arief menjelaskan penggagalan tender terhadap pembangunan jembatan Mensao karena adanya persaingan usaha yang tidak sehat. “Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan pembuktian kualifikasi, sehingga proses tender digagalkan,” terangnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, dalam hal ini bukan proyeknya yang dibatalkan, melainkan proses tendernya. “Tergantung (Dinas, red) PU lagi, apa mau dilelang ulang. Kalau di lelang ulang maka mereka mengajukan kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum pembatalan ini dilakukan oleh ULP Sarolangun, ada dua rekanan yang diundang untuk mengikuti proses tender dengan agenda pembuktian pasca kualifikasi. Namun proses tender proyek tersebut berlangsung panas, bahkan sejak sebelum proses pembuktian dilaksanakan.

Bahkan beredar informasi jika salah seorang rekanan diculik oleh rekanan lainnya. Tidak hanya itu, berkas-berkas yang dibawa oleh rekanan tersebut juga dirampas. Kejadian ini juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.( Frem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here