Penarikan Kabel SUTT di Kerinci Tinggal 2 Kecamatan Lagi, Kompensasi 15 Persen

0
303

KERINCI, SI- Pemerintah pusat terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, saat ini sedang berlangsung Program Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) PT PLN ( Persero) Sumbagsel.

Informasi yang dihimpun SI, penarikan kabel SUTT di Kabupaten Kerinci tinggal dua kecamatan lagi.

Helmi Fauzi, pemantau kegiatan PT PLN ( Persero) Sumbagsel Area Merangin-Kerinci, mengatakan proyek SUTT merupakan satu di antara program pemerintah pusat yang disiapkan untuk mengatasi krisis listrik di wilayah Sumatera bagian tengah, yakni Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau dan Pekan baru. Itu termasuk Kabupaten kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Meski terdapat berbagai kendala pembangunan SUTT di lapangan, namun itu membutuhkan pengorbanan. Secara belahan- lahan tumbuhkembangkan kesadaran masyarakat. Helmi menyampaikan untuk penarikan jalur kabel di daerah yang belum, seperti di Kecamatan Pesisir Bukit, dan Air Hangat Timur dalam waktu dekat dilaksanakan beriring dengan kompensasi tanah.

Helmi mengukapkan sesuai target, pihaknya menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan kompensasi tanah tersebut.

“Insya Allah paling lambat Juli 2018 mendatang, jika tidak ada hambatan. Namun yang jelas, untuk kelanjutan penarikan kabel SUTT masih ada yang belum dilaksanakan, segera dilanjutkan, yakni di dua kecamatan tersebut,” ujarnya, Kamis (12/4).

Demi suksesnya kelancaran kelanjutan pembangunan jaringan SUTT di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, dirinya berharap dukungan dari semua pihak, untuk ikut berpartisipasi untuk mensukseskan program pemerintah pusat ini.

Terkait jumlah kompensasi yang diterima oleh warga, tetap mengacu dan mempedomani keptusan dari tim KJPP ( Kantor Jasa Penilai Publik) Pemda Kerinci maupun Kota Sungaipenuh yakni, 15 persen dari harga tanah yang diterima.

“Pembayaran kompensasi untuk tanah, warga menerima 15 persen dari harga pasaran yang telah ditetapkan oleh tim KJPP, ” jelasnya

Helmi meminta dan mengharap kepada masyarakat demi kelancaran pembangunan SUTT di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak terprovokasi.

“Kita minta untuk tidak terpancing isu-isu atau dipengaruhi oleh oknum yang sengaja mencari kesempatan dalam kesemptian memanfaatkan kondisi memprovokasi hal-hal yang tidak masuk akal , yang berdampak pada kelancaran pekerjaan SUTT,“ katanya ( Edi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here