PENTINGNYA REVITALISASI BAHASA DAERAH KERINCI DI SEKOLAH

0
292

Sungai Penuh. SI -Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan bahasa Daerah Kerinci sudah banyak mengalami pergeseran dengan banyak unsure serapan bahasa asing. Belum lagi,banyak orang yang takut dikatakan ketinggalan zaman.

Padahal menurut Peneliti Bahasa dari Balai Bahasa Provinsi Jambi, Sabdanur ,M.Pd, pemuda harus bangga dengan Bahasa Daerahnya yang asli, selain harus tetap mempelajari bahasa Indonesia dan Bahasa asing lainnya demi tuntutan sekolah maupun dunia kerja.

Demikian juga dengan Bahasa Daerah yang harus selalu dilestarikan.Jadi menurutnya,sebagaian anak bangsa, para pemuda sudah pasti harus mengetahui bahasa, maupun kebudayaan dari kampong halamannya, terlebih mereka yang sudah terlahir di daerahnya sendiri.

Hal tersebut katanya, sebagai penyelamat generasi selanjutnya.Sangat kasihan jika anak-anak yang lahir namun sudah kehilangan jati diri terhadap penggunaan Bahasa Daerahnya.Pada usaha mencegah kecelakaan budaya tersebut ujarnya, sangat penting bila bahasa daerah tersebut direvitalisasi lagi melalui lembaga formal di sekolah-sekolah dengan tetap menyuguhkan mata pelajarannya.

Yang saya perhatikan, banyak anak dari keluarga yang menengah keatas, sudah mulai mencampuradukkan Bahasa daerahnya dengan bahasa luar.Begitupun, mereka juga melupakan bahasa daerahnya sendiri, di sekolah anak-anak sudah berbaur dengan teman sebayanya yang memiliki yang bukan  bahasa Daerahnya sendiri,padahal kita tidak menuntut kemungkinan bisa berbahasa tersebut, tapi jangan sampai kita melupakan bahasa Ibu kita yang lahirnya di daerah kerinci.

 Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Dr.Hadiyandra,M.Pd menjelaskan bahwa, revitalisasi bahasa daerah Kerinci sangat penting dibudayakan agar tidak punah,lagi karena sudah merupakan amanah Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera,Bahasa, dan lambing Negara,serta Lagu Kebangsaan.

 Belum lagi, sudah ada peraturan menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 40 tahun 2007 tentang pedoman BagiKepala Daerah Dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah,sebelumnya. Ini adalah suatu kewajiban bagi penyelenggara pendidikan formal dalam usaha menjaga,menjalankan,dan menerapkan nilai-nilai cinta tanah air kepada parapelajar?pemuda di sekolah.

 Anak-anak sekarang, sudah sangat menggandrungi bahasa luar yang nota benenya lebih mudah masuk karena terlalu lamanya berteman dengan teman sebayanya yang bukan satu bahasa dengannya.Sebagai penyelenggara pendidikan di daerah, sudah sepantasnya bahasa daerah yang kita punyai,dilestarikan lagi lewat mereka.

Tidak berbeda dengannya, Pengkaji Sastra Hasan Al Banna berpendapat, bahasa daerah masing-masing sangat penting diajarkan kembali karena menurut penelitian disampaikan nya dari sekira 1000an bahasa daerah di Indonesia, yang tertinggal hanya 700an. Hal ini menurutnya adalah suatu kemunduran dari sebuah bangsa yang besar seperti Indonesia.(suaraindependent. Zal )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here