Razia Dikota Sungaipenuh Terus Berlansung ,Warga Mengaku Resah

0
185

SUNGAIPENUH, Suara Indeoendent .co.id – Razia kendaraan bermotor di pusat Kota Sungaipenuh terus digelar Satlantas Polres Kerinci. Namun, dibalik penegakan aturan lalu lintas tersebut, menuai pro dan kontra dari masyarakat selaku pengguna jalan.

Hal itu lantaran razia digelar setiap hari diberbagai titik, dan juga disertai patroli petugas yang membuntuti pengendara, tak jarang pengendara dikejar oleh petugas, meski beresiko terjadi kecelakaan.

Belum lama ini razia digelar untuk memenuhi target Operasi Zebra, namun setelah Operasi Zebra selesai operasi rutin terus digelar hingga saat ini. Namun masyarakat menyayangkan, lantaran saat Razia petugas lalulintas terkesan sengaja bersembunyi, terutama dijalan tikungan. Seperti halnya di depan lapangan merdeka, tepatnya didepan kantor camat Sungaipenuh dan Telkom, di simpang BRI Sungaipenuh dan dibeberapa titik lainnya.

“Ya, awalnya saya tidak lihat adanya petugas yang Razia, ketika saya menikung petugas sudah didepan saya, sehingga tidak bisa menghindar. Selain itu, papan informasi adanya razia juga dipasang dekat dengan petugas, bukan berjarak beberapa meter,” jelas salah seorang pengguna kenderaan, yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber juga menyebutkan, bersamaan dengan dirinya, juga banyak kenderaan, terutama R2 yang ditahan. “Setiap hari ada puluhan kenderaan yang ditangkap dan ditilang, ya kalau uangnya masuk ke kas Negara,” ungkap sumber lagi.

Sumber yang lainnya juga menyayangkan petugas Lantas juga melakukan pengejaran terhadap pengguna jalan yang lari dan menghindar dari Razia, serta petugas juga sering patroli membuntuti pengendara.

“Coba kalau yang dikejar jatuh dan kecelakaan, siapa yang bertanggungjawab. Selain itu warga juga takut berkendara, rasa-rasa dibuntuti petugas dan dikejar,” ungkap sumber.

Dilokasi terpisah, pantauan wartawan dilapangan, saat upacara peringatan Hari Guru, Senin (28/11) kemarin, yang diselenggarakan dilapangan Pemda Kerinci, terjadi kemacetan total lalulintas disimpang Rumah Sakit Umum (RSU) MHA Thalib Sungaipenuh, bahkan kemacetan dari pagi hingga siang hari.

Anehnya, saat terjadi kemacetan lalulintas, petugas lalulintas bukannya mengatur kemacetan lalulintas, malah sejumlah petugas lalulintas terlihat melaksanakan razia didepan Poslantas kota Sungaipenuh.

Sementara itu kapolres Kerinci, melalui, Kasat Lantas AKP Darmadi, saat dihubungi melalui telponnya, menyebutkan setelah masa Razia Zebra yang dilakukan, untuk mencapai target pihaknya terus melakukan Razia Rutin.

“Kalau Razia Zebra sudah selesai, kita berhasil mendapat 900 tilang, namun kita ditargetkan lebih 2000 tilang,” sebut dia.

Dia juga menyebutkan, untuk memenuhi target tersebut, pihaknya terus melakukan Razia Rutin, bahkan terus berlanjut hingga Desember. Dia juga mengatakan, setiap tilang akan membawa pemasukan Briva bagi negara. Sebaliknya, pihaknya juga mendapat Rp 10 ribu per tilang hasil operasi.

Berkaitan dengan keresahan warga, dirinya menghimbau kepada warga pengguna kenderaan untuk melengkapi kendaraannya. “Tidak perlu resah, kita harapkan pengguna dan pemilik kenderaan melengkapi kenderaannya,” himbaunya.(Edi T)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here