Rektor: Lebih 5000 Mahasiswa Belajar di IAIN Kerinci

0
215

KERINCI, SI – Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Saifuddin telah meresmikan alih status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, di Desa Sumur Gedang, Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Kamis (10/5).

Rektor IAIN Kerinci, Dr Y Sonafist dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama Republik Indonesia bersama dengan tamu undangan lain yang telah hadir di acara peresmian pengalihan status STAIN menjadi IAIN dan sekaligus Milad IAIN Kerinci ke-2.

Dr Y Sonafist, juga menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Menurutnya, alih status ini sudah didambakan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh sejak lama.

“Atas usulan Menag yang disetujui Presiden, kini mimpi tersebut jadi kenyataan dengan terbitnya Perpres No 74 tahun 2016 tentang Perubahan Status STAIN Kerinci menjadi IAIN Kerinci,” ujarnya.

Sebagai institut, kata Sonafist, IAIN Kerinci saat ini memasuki usia kedua. Namun kiprah kampus ini sudah merentang panjang sejak tahun 1967 sehingga kiprahnya telah mencapai 51 tahun, atau masuk usia emas

Saat ini, lebih 5.000 mahasiswa belajar di IAIN Kerinci. Mereka tersebar di empat fakultas dengan 13 program studi. Selain itu, IAIN Kerinci juga sudah membuka program pascasarjana dengan ciri pendidikan karakter ( Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here