Selayang Pandang Mengenal Lebih Dekat Sosok Adirozal – Ami Taher Pasangan Serasi dan Tangguh

0
1122
Optimisme Keunggulan Kerinci di Sektor Pertanian Terpadu, Pariwisata dan Energi Menuju Jambi Tuntas

KERINCI, SI – Dr. H. Adirozal, M.Si yang biasa disapa ngah Adi, dikenal oleh masyarakat Kerinci sebagai pemimpin yang santun, ramah, cerdas dan merakyat. Tentunya mewakili karakter khas dari akar kebudayaan suku di Sakti Alam Kerinci, sebagai Negeri Para Depati Ninik Mamak dalam sejarah peradaban tua Bangsa melayu.

Sejak awal masa kepemimpinannya pada tahun 2013, Bupati Kerinci yang ke 12 ini, dicintai rakyatnya lewat gagasan-gagasannya. Dari Remaja, pemuda dan kalangan tua, para tokoh masyarakat, alim ulama dan cerdik pandai begitu populer dengan Jargon “KLB” Kerinci Lebih Baik.

KLB menjadi spirit positif bagi semua warga Kerinci, untuk optimistik agar bekerja bersama mewujudkan perubahan di lingkungan keluarga, desa, masyarakat dan Kerinci ke arah yang lebih baik.

Dengan kepiawaiannya dalam melakukan diplomasi politik yang harmonis dan adaptif, manajemen pemerintahan yang tertib serta komunikasi politik yang efektif dengan Legislatif Daerah, Provinsi dan Pusat. Maka, Arah kebijakan dan program kerja setiap tahunnya telah menempuh tahap demi tahap Perjalanan Kerinci ke arah yang Lebih Baik dengan diterimanya perhargaan WTP dari BPK RI 3 (tiga) kali secara berturut-turut.

Hasil kinerja anggaran yang mulai dirasakan oleh masyarakat seperti menikmati pembangunan jalan, jembatan, irigasi, Kantor Imigrasi serta fasilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Sejumlah program prioritas yang menjadi terobosan besar dalam masa Kepemimpinan Bupati Kerinci Dr. H. Adi Rozal, M.Si telah berhasil dicapai untuk membawa perubahan Kerinci ke arah lebih baik. Kawasan Agropolitan mengorbitkan Paten Kulit Manis Kerinci dan Paten Kopi Arabika Kerinci untuk memberikan nilai tambah, daya saing serta mengangkat nama Kerinci yang saat ini begitu populer di Pasar Komoditi Nasional bahkan hingga di kawasan Benua Amerika dan Eropa.

Pertumbuhan ekonomi di Sektor ini akan membangkitkan gairah kembali ke ladang (pertanian lahan kering) untuk 63 % masyarakat Kerinci yang bekerja di Sektor Pertanian terpadu ini. Revitalisasi Padi Payo asli Kerinci, juga mendapat tempat untuk di budidayakan di pertanian lahan basah. Tak hanya itu, kawasan Minapolitan mengorbitkan Ikan Semah sebagai Ikon Budidaya Perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan pengusaha tambak di Kawasan Danau Kerinci. Pengaktifan jalur penerbangan Bandara Depati Parbo menuju Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, telah mempermudah perjalanan warga Kerinci, wisatawan domestik dan wisatawan asing menuju Kabupaten Kerinci.

Adirozal yang merupakan pakar pariwisata dan Kebudayaan, lewat tangan dinginnya menggerakan Sektor Kepariwisataan yang multipleeffect. Daya Tarik Pariwisata Kerinci bagai sebuah panggung Destinasi yang harmonis antara Warisan Peradaban (Herritage), Kebudayaan (Culture) dan Keindahan Alam (Nature) sebagai Brand Pariwisata Provinsi Jambi yang telah diperkenalkan di Indonesia lewat promosi kepariwisataan Nasional.

Sehingga, mempersilahkan peran besar dari Para generasi muda Kerinci untuk kreatif dan Inovatif, pengusaha dan Investor untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mengaktualkan Potensi dan memamfaatkan Prospek Industri pariwisata kedepannya. Hal ini sangat tepat karena pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi telah menetapkan pariwisata sebagai prioritas perekonomian nasional di tengah Arus Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dukungan Kebijakan sektor pariwisata terakomodir dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan. hal ini diterapkan bagi 169 negara. Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Pariwisata Di Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan referensi Easy Doing Bussiness Menurut Bank Dunia Pada November 2017, Peringkat kemudahan berinvestasi atau ease of doing business (EODB) Indonesia naik dari 91 ke 72.

Pada awal abad ke 21, Negara-negara di Dunia saat ini tengah dihadapkan kepada tantangan baru yaitu krisis energi dan ancaman perubahan iklim sesuai hasil konferensi PBB – COP ke 23 dari Negara-negara anggota UNFCCC di Bonn Jerman, November tahun 2017. Indonesia saat ini tengah memprioritaskan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk berkontribusi dalam bauran energi listrik Nasional sekaligus upaya pengurangan penggunaan Energi Fosil. Kerinci yang berada di Jalur ring of fire dan Kawasan Konservasi Air memiliki aset sumber daya energi listrik alternatif tersebut. Potensi Daya Air (350 MW) Merangin dan Potensi daya Panas Bumi (Geothermal) (2×55 MW) Lempur yang merupakan kekayaan alam Kerinci. Kedua potensi energi ini dikenal efisien, ekonomis dan ramah lingkungan. Sehingga, potensial untuk dimamfaatkan sebagai energi alternatif pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal dan nasional sebagaimana yang tengah dikerjakan Pemerintah Pusat dalam Program kelistrikan 30.000 MW.

Sosok Ir. H. Ami Taher yang telah dipilih oleh Dr. H. Adirozal, M.Si, untuk mendampinginya dalam Konstelasi Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Tahun 2019-2024 merupakan keputusan yang tepat.

Ir. H. Ami Taher yang merupakan teknorat profesional dengan pengalaman di Pertamina yang mumpuni dalam Pembangunan Sektor Energi. Bahkan pernah duduk sebagai wakil rakyat Jambi di Komisi VII bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Dewan Perwakilan Rakyat RI pada Periode 2004-2009.

Kepeduliannya terhadap Kerinci, serta harapan besar masyarakat yang memberikan dukungan kepada Ir. H. Ami Taher untuk menjadi Bupati Kerinci, dapat kita akui sangat besar. Tokoh Nasional ini pernah menjadi kompetitor berat dari rivalnya H. Murasman, S.Pd MM pada pemilukada Tahun 2009 lewat Jalur Independen.

Sosok Ami Taher, dinilai gigih, bersih, amanah dan simpatik di era demokratisasi saat ini. Kesediaan Ir. H. Ami Taher untuk mendampingi Dr. H. Adirozal, M.Si pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci tahun 2018 mendatang memberikan gambaran sebuah komitmen besar terhadap hakikat politik yang ideal.

Politik bukanlah tujuan, politik merupakan medium mencapai tujuan. Politik dalam era otonomi daerah adalah pembangunan potensi daerah untuk kesejahteraan rakyat. Komitmen tersebut membuat para pendukungnya yang dikenal militan seakan terbawa untuk menapak tilas dan bernostalgia pada tahun 2008 silam. Ada semangat perubahan yang begitu besar, dari kedua sosok Putra Kerinci yang arif dan bijaksana ini.

Seolah ingin mengatakan kepada kita rakyat kerinci, bahwa permasalahan kita saat ini bukanlah sentimen kewilayahan sebagai potensi politik, tapi optimalisasi Potensi kewilayahan sebagai tujuan politik. Hilir dengan potensi Energi, Tengah dengan potensi Pariwisatanya dan Mudik dengan Potensi Pertaniannya. Sungguh integrasi keunggulan menjadikan Kerinci Lebih Baik untuk ikut mewujudkan Jambi Tuntas.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here