Terindikasi Banyak Kawasan TNKS yang Rusak, Untuk Mengetahui Luasanya Tahun ini Dilakukan Citra Satelit

0
533

KERINCI , SUARA INDEPENDENT  – Dibeberapa wilayah di Kabupaten Kerinci, kini selalu kebanjiran jika datang hujan menguyur. Padahal dulunya jarang terjadi banjir karena merupakan dataran tinggi.

Seperti yang terjadi dibeberapa wilayah di kecamatan Kayu Aro, saat hujan menguyur beberapa pekan terakhir, wilayah ini pun kebanjiran. Salah satu penyebabnya, diduga karena hutan konservasi yang telah gundul.

Pihak Taman Nasional Kerinci sebelat (TNKS) melalui bagian humasnya, Hadi dikonfirmasi mengatakan bahwa TNKS kawasan konservasi selalu dijaga kelestariannya. Fungsinya adalah untuk menjaga jangan terjadi bencana seperti tanah longsor dan banjir.

“Hutan yang rusak kami rehap/tanam kembali. Dan lakukan pengawasan dengan patroli agar hutan tetap terjaga dan mencegah masyarakat dari bencana,” sebut Hadi ditemui beberapa hari lalu.

Disinggung berapa luasan hutan TNKS yang telah rusak atau dirambah. Hadi mengaku, belum memiliki data terupdate.

“Data terupdate kita belum punya, tapi memang teridikasi banyak yang terbuka (hutan gundul),” ungkapnya.

Berdasarkan laporan sebutnya, hutan TNKS yang telah dirambah terdapat dibeberapa tempat. Seperti diwilayah sekitar gunung kerinci dan wilayah Tamiai Muara Emat.

“Saat patroli kita juga berhasil mengamankan beberapa orang perambah,” jelasnya.

Dia menyebutkan, untuk mengetahui luasan hutan yang dirambah diperlukan foto citra satelit. Dan hal itu baru dilakukan pada tahun 2019.

“Tahun ini Akan dilakukan citra satelit. Setelah itu baru diketahui luasan hutan yang rusak,” katanya.

Sejauh ini lanjutnya, untuk menjaga kelestarian kawasan TNKS terus dilakukan pihaknya. Yakni Melalui patroli rutin, patroli mobile, patroli intelijen dan patroli gabungan.

“Preventif juga ada. Yakni penyuluhan dan sosialisasi kepada anak-anak sekolah,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here