Upacara Hari Guru Nasional Dan Hut PGRI Ke- 73 Di Kota Sungai Penuh Berlangsung Semarak

0
739

SUNGAI PENUH, Suara Independent.co.id –  “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”. Demikian Tema Hari Guru Nasional Tahun 2018, untuk Kota Sungai Penuh Upacara  Hari Guru Nasional Tahun 2018 dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh hari Senin (26/11).

Bertindak selaku Pembina Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2018, Walikota Sungai Penuh H. Asafri Jaya Bakri (AJB), dan dihadiri oleh Unsur Forkompimda, Ketua dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Seluruh SKPD , Guru, Pengawas, Dewan Pendidikan dan Siswa dari seluruh sekolah dalam Kota Sungai Penuh.

“Tema Hari Guru Nasional tahun 2018 adalah “Meningkatkan Profesional Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”. Tema tersebut dipilih mengingat tantangan Pendidikan di abad XXI semakin berat. Hal ini meniscayakan peningkatkan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman”. Demikian kutipan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakan oleh Walikota Sungai Penuh H. Asafri Jaya Bakri (AJB). Lebih lanjut dalam Pidato Mendikbud yang dibacakan Walikota Sungai Penuh disebutkan “ Setidaknya, terdapat tiga ciri guru profesional yang harus dimiliki oleh pada guru. Pertama, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Perubahan zaman mendorong guru agar dapat menghadirkan pembelajaran abad XXI, yaitu menyiapakn peserta didik untuk memiliki keterampilan berfikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Hal ini tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengenbangkan diri.

 

Kedua, seorang guru yang profesional hendaknya mampu membangun kesejawatan. Bersama rekan-rekan sejawat, guru harus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan kecakapan untuk mengikuti laju perubahan zaman. Bersama teman sejawatnya pula guru harus merawat muruah dan menguatkan posisi profesinya. Jiwa korsa guru harus senantiasa dipupuk agar dapat saling membantu dan mengontrol satu sama lain

Ketiga, soerang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. Para guru indonesia adalah pejuang pendidikan yang sesungguhnya yang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa. Dengan segala tantangan dan hambatan, para guru Indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa”. Ungkap Walikota.

Setelah pelaksanaan Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2018, dilanjutkan dengan penyerahan Piagam bagi guru, Kepala Sekolah berprestasi Tingkat Kota Sungai Penuh Tahun 2018.

Bertindak selaku Pembina Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2018, Walikota Sungai Penuh H. Asafri Jaya Bakri (AJB), dan dihadiri oleh Unsur Forkompimda, Ketua dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Seluruh SKPD , Guru, Pengawas, Dewan Pendidikan dan Siswa dari seluruh sekolah dalam Kota Sungai Penuh.

“Tema Hari Guru Nasional tahun 2018 adalah “Meningkatkan Profesional Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”. Tema tersebut dipilih mengingat tantangan Pendidikan di abad XXI semakin berat. Hal ini meniscayakan peningkatkan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman”. Demikian kutipan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakan oleh Walikota Sungai Penuh H. Asafri Jaya Bakri (AJB).

Lebih lanjut dalam Pidato Mendikbud yang dibacakan Walikota Sungai Penuh disebutkan “ Setidaknya, terdapat tiga ciri guru profesional yang harus dimiliki oleh pada guru. Pertama, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Perubahan zaman mendorong guru agar dapat menghadirkan pembelajaran abad XXI, yaitu menyiapakn peserta didik untuk memiliki keterampilan berfikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Hal ini tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengenbangkan diri. Kedua, seorang guru yang profesional hendaknya mampu membangun kesejawatan. Bersama rekan-rekan sejawat, guru harus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan kecakapan untuk mengikuti laju perubahan zaman. Bersama teman sejawatnya pula guru harus merawat muruah dan menguatkan posisi profesinya. Jiwa korsa guru harus senantiasa dipupuk agar dapat saling membantu dan mengontrol satu sama lain.

Ketiga, soerang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. Para guru indonesia adalah pejuang pendidikan yang sesungguhnya yang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab mulia sebagai panggilan jiwa. Dengan segala tantangan dan hambatan, para guru Indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa”. Ungkap Walikota.

Setelah pelaksanaan Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2018, dilanjutkan dengan penyerahan Piagam bagi guru, Kepala Sekolah berprestasi Tingkat Kota Sungai Penuh Tahun 2018.

Masih dalam rangkaian Hari Guru Nasional Tahun 2018, Minggu (25/11) di Kota Sungai Penuh dimeriahkan denga jalan santai yang diikuti oleh Walikota Sungai Penuh bersama unsur Forkompinda, Seluruh Guru, siswa, dan masyarakat umum dalam Kota Sungai Penuh, dengan berbagai door price yang menarik yang disiapkan panitia. Selamat Hari Guru Nasional ( Deni )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here