Warga Pertanyakan Sertifikat Prona

0
283

KERINCI,SI – Warga Desa Pengasi Lama, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci hingga kini  mengeluhkan karena sudah bertahun-tahun Sertifikat Prona tidak  kunjung keluar selesai yang diurus oleh Kades berserta perangkatnya dari  sejak tahun 2016, namun belum diterima warga hingga berita ini dipublikasikan ( 21 Agustus-2018)

Seorang warga, mengatakan sudah dua tahun warga menunggu diberikannya sertifkat, padahal semua persyaratan Sudah dipenuhi. Bahkan warga sudah membayar uang pengurusan sertifikat Prona sebesar Rp200 ribu. “Kami ngurus dari 2016 belum jugo keluar. Bahan lah lengkap galo. Sudah bayar jugo 200 ribu untuk biaya meterai, pengukuran tanah, dan administrasi lainyo,” katanya kepada SI, Minggu (28/1)

Kades Pengasi Lama, Syahrial dikonfirmasi SI membenarkan hal ini. Dia mengatakan sudah lama warga pengasilama mengeluh lantaran Sertifikat Prona sampai sekarang tidak kunjung keluar. Menurut Syahrial terkait apapun bentuk persyaratan administrasi prona semuanya sudah dilengkapi dan tidak ada lagi kendalanya. “namun anehnya sampai saat ini tidak kunjung selesai, ” terangnya

” Bahkan saya sudah bosan sudah berkali kali mempertanyakan persoalan ini ke BPN belum ada jawaban pasti” ungkapnya

Kades Sahrial membenarkan setahun lalu sudah dilakukan pengukuran tanah oleh petugas BPN, namun untuk kepastian sertifikat belum ada sampai saat ini. Dia menyebutkan untuk desa Pengasi lama jumlah penerima ada 50 Kepala Keluarga (KK) penerima prona. “Pengurusan awal Maret 2016. warga mengeluh sampai saat ini belum selesai, sementara apapun bentuk keterkaitan persyaratan sudah lengkap semua,” ujar Sahrial

Syahrial mengatakan ini terjadi bukan hanya di Desa Pengasi lama, namun juga terjadi di desa tetangga tersebut yakni desa Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, yang urusannya sama juga belum keluar sampai saat ini,” terangnya

Sahrial berharap pemerintah maupun BPN Kerinci segera menuntaskan sertifkat untuk masyarakat. Karena sertifikat tersebut dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kerinci dikonilfirmasi melalui ponselnya bernada tidak aktif. Sementara pesan melalui SMS tidak ada balasan. Informasi yang diperoleh BPN Kerinci terkesan tertutup dengan media. Sebelumnya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kerinci saat didatangi media  dikantornya Rabu (18/10) melalui satpam bahwa petugas yang membidangi pertanahan sedang berada diluar, “bapak yang menangani soal sertifikat tanah sedang keluar,  kepala lagi sibuk, ada tamu sementara tidak bisa diganggu kata penjaga pintu BPN Kerinci

Sementara M.Amin salah satu pegawai di bagian Administasi saat komfirmasikan terkait soal sertifikat Prona dia mengakui tidak tau hal itu , itu adalah urusan Kades di masing-masing Desa penerima yang mengkoordinir didesa-desa( Red )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here