Yanti Sebut Ketua Fraksinya Penakut, Hakim: Nanti Kami Tanyakan ke Memed

0
233

JAMBI, SI – Dua orang politisi Partai Gerindra hari ini, Senin (26/2/2018), dihadirkan ssbagai saksi kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018 dengan terdakwa Erwan Malik, Arpan, dan Saipudin.

Keduanya adalah Syahbandar, yang juga wakil ketua DPRD Provinsi Jambi, serta Yanti Maria.

Dalam persidangan, jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memutar rekamam percakapan antara Yanti Maria dengan politisi Demokrat, Nurhayati, yang juga istri dari terdakwa Saipudin.

Dalam percakapan tersebut, Nurhayati kepada Yanti Maria sempat mengatakan jika Gokar dan PKB sudah menerima pemberian uang ketok palu.

Masih dalam percakapan tersebur, Yanti Maria juga sempat menanyakan kapan jatah untuk Gerindra akan diberikan.

“Ngapo kami (Gerindra) lambat niat,” tanya Yanti kepada Nurhayati.

Pernyataan Yanti Maria dalam rekaman tersebut juga ditanggapi salah seorang majelis hakim. “Apakah ‘kami’ disini maksudnya Partai Gerindra?” tanya hakim. “Iya,” jawab Yanti Maria.

“Berarti ‘kami’ ini termasuk saudara Syahbandar?” lanjut Hakim.

Ditanya hal ini, Yanti Maria tidak memberikan jawaban.

Masih dalam rekaman percakapan dengan Nurhayati, Yanti Maria juga menyebut Muhammadiyah alias Memed yang merupakan ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jambi penakut. Ia juga menyarankan agar Nurhayati berhubungan dengan Bustami Yahya, sebagai wakil ketua fraksi.

Menanggapi hal ini, hakim menyatakan jika pernyataan Yanti Maria tersebut akan ditanyakan langsung kepada Muhammadiyah alias Memed.

“Soal Memed penakut ini nanti akan kami tanyakan. Nanti Memed juga akan bersaksi,” kata hakim.

Sember Berita : METROJAMBI.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here